Wednesday, August 27, 2008

now... it's just a memory

SAAT KAU PERGI



saat kau pergi
berlinanglah air mataku
betapa singkat ku rasakan
kebahagiaan itu kini lenyaplah sudah

tak pernah ku inginkan
perpisahan ini terjadi
ku hanya bisa merelakan
jika memang kau pikir inilah yang terbaik


tak perlu kau beri alasan
mengapa kau ingin pergi
meninggalkan diriku
karena ku yakin semuanya
itu bisa membuatmu bahagia

sepenuhnya ku menyadari
bahwa cinta itu
tak mesti harus memiliki
namun ku akan selalu menyanyangimu
setulusnya hatiku

Thursday, August 21, 2008

nothing can keep us apart




hem hem hem hem beneran gak ya .... cinta emang pengorbanan dan kesetiaan ...:)

Tuesday, August 19, 2008

saat cinta itu datang

Aku tak pernah menemukan jawaban yang sebenarnya tentang perasaanku yang sebenarnya .
Yang aku tahu bahwa aku menyayanginya. Aku menyembunyikan seberapa dalam perasaanku terhadapnya dari yang lain bahkan dari diriku sendiri. tapi kini aku tak sanggup bersembunyi lagi, aku membuka hatiku, membiarkan kerapuhan diriku memancar dan lepas dari dalam kehidupanku. Mungkin itulah yang selama ini hilang dalam kehidupanku, mengapa selama ini aku mengelak dari hati nuraniku. semua itu aku lakukan agar aku tak melihat suatu yang mudah disakiti.

Aku menutupi kerapuhanku dengan perisai profesionalisme dan sekian banyak alasan yang lainnya. aku menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya. Pantas saja aku begitu kesepian saat seseorang yang aku panggil dengan sebutan ” kakak ” masuk dalam kehidupanku. dan kini aku hanya bisa berkata
” Jika kehidupan dan kesadaran adalah fenomena kuantum, mungkin cinta juga demikian. “
Mencintai dan tak mencintai
Gelombang dan partikel
Mungkin bagiku, ini masih keduanya., potensi tertunda yang hanya akan terjawab oleh waktu.

Sunday, August 17, 2008

Setia

Salahkah kita menunggu sswtu yng qt sayangi?Namun qt tidak twu gmn perasaan dirinya terhadap diri qt..

Saat kuingat dirimu…

Saat kuingat dirimu …
Ada hal yang terlupakan …
Aku lupa berbagi pandangan …
Pandangan indah yang kulihat saat ini …

Saat kuingat dirimu …
Ada masa yang terlewatkan …
Masa - masa indah yang terlewati …
Karena pertengkaran yang terjadi …

Saat kuingat dirimu …
Ada bagian yang hilang …
Bagian hidup terindah yang kini kumiliki …
Yang seharusnya juga kau miliki …

Saat kuingat dirimu …
Tak ingin ku berhenti memikirkanmu …
Karena kenyataan hanya akan membawaku jauh tanpamu…

Saat kuingat dirimu…
Tersadar aku dari mimpi indah masa lalu…
Memaksaku hadapi kenyataan…
Yang menyatakan bahwa kau telah pergi…

One Second before Goodbye…


Perhaps it’s not Necessary… But it’s too Important for me…

It’s not black… It’s not white…
Its not gray or anything in color…

Don’t ask me why… I couldn’t find the answer…
Don’t ask me why… I couldn’t find any other…

I could be where ever I wanted to be… but I got no places to go…
I could be with anyone in ecstasy… but you stole my heart too early…

I stop thinking and start feeling …
I open my heart and let every pain drowning free…

But still… I hear your voice…
But still… I see your face…

The more I run… the more it bond…
The more I ignore… the more I understand…

Its you… you… and you… that turns my world so deep in blue…

The more I close my eyes… the more I see…
The more I struggle… the more I feel…

Your voice whispers slowly…
Your voice whispers deeply…

I’m dying to say… how beautiful you are…
I’m dying to say… how much I love you….

Honey…

For a while… you made me feel special…
For a while… you made me feel strong…

For a while… you saved me from my greatest misery…
and just for a while… you gave me the best time of my life…

You are happy…
You need nothing more…

You are happy…
You are perfect already…

someone ...

If you love someone,
put their name in a circle,
instead of a heart,
because hearts can break,
but circles go on forever.

Everyone hears what you say.
Friends listen to what you say.
Best friends listen to what you don't say.

If all my friends were to jump off a bridge,
I wouldn't jump with them,
I'd be at the bottom to catch them.

Don't frown,
because you never know who's falling in love with your smile!

If you judge people,
you have no time to love them.

Be kind,
for everyone you meet is fighting a harder battle.

It may take only a minute to like someone,
only an hour to have a crush on someone
and only a day to love someone
but it will take a lifetime to forget someone.

Enthusiasm is contagious.
You might cause an
outbreak and affect many.

Yesterday is the history,
tomorrow is a mystery.
Today is a gift,
that is why it is called the present.

Dance like nobody's watching,
and love like it's never gonna hurt

GERIMIS

Seperti percikan-percikan gerimis yang berkilau pada daun
Tombak-tombak musim melesatkan keperihanku
Anak-anak kunang berpendar dan melepaskan waktu
Butir-butir embun menyusut di dasar jejakku
Akar-akar menyerap setiap buluh kelabu
Rumput-rumput memeluh di sepanjang langkahku. Tapi seperti
Keheningan yang menjelma menara setelah jalan yang meliuk itu
Semuanya terlihat begitu berkilau dan runtuh
Seperti ingin menopang angin
Aku catat semuanya dalam sajak-sajak bening
Udara penuh kebisuan dan warna cuaca yang dingin
Seluruh kesunyian tegak dan menjelma retakan-retakan dinding
Lantas mencari aroma mayatku yang sedih
Kini, segalanya telah saling berhadapan dalam senyap yang nyaring
Meski patung-patung telah terbakar. Dan pada kuburan
Kesepianku yang asin seribu cahaya telah diterjunkan di sana

Upacara Bendera

angin agustus membawa bau kain lusuh itu, tersimpan lama di lemari kayu tua. kami tumbuh oleh sumpah-sumpah dan kisah-kisah keperwiraan, kecintaan kami pada tanah sawah tanah merah darah. kami tumbuh oleh putih garam keringat yang menguap oleh panas langit negeri kami. oleh dusta-dusta sejarah dan kebohongan orang tua kami. angin agustus sejak sore yang mendung kemarin hari, mengingatkan kami pada lapangan sekolah yang kering rumputnya, berdebu oleh derap kaki bersepatu atau tak bersepatu. betapa gagahnya cita-cita dan kebanggaan, betapa mahalnya membeli masa kini, memesan masa depan.

angin agustus membawa aroma jamur tropika di selembar bendera kami. merah putih itu, jiwa raga siapa, tumpah darah siapa, tanah air siapa. sedang anak-anak kami berseragam putih bersih, berbaris, berbanjar, bertegap langkah begitu gagahnya, menabik puncak tiang bendera di mana berkibar selembar kisah tua yang baunya terbang oleh angin agustus yang kecewa. dan anak-anak kami yang berseragam putih bersih menyanyikan lagu kejayaan itu, membayangkan indah sentosa tanah mereka, laut mereka, gunung mereka, gagah beraninya pahlawan mereka. sementara kami tak tahu lagi, dengan apa menyatakan cinta.

PADA MATAMU YANG BENING

Pada matamu yang bening
Tahajud daun-daun
Kuinsyafi dalam luka dan batu-batu
Bunyi-bunyi guruh meluap dan membutakan diamku
Bau-bau hujan seperti birahi-birahi musim
Yang menggeram dengan kapak dan sekalian palu
Dan ketika kilatan-kilatan petir memecut
Membakar langit dan pohon-pohon Randu
Seperti radang kesunyian yang melesatkan bara
Dan tombak-tombak unggun
Ribuan anggur kureguk
Lewat geliat gelubat kabut yang memeriahkan sedu
Seperti peronda-peronda kota
Yang selalu bertanggung jawab
Pada setiap hening dan lelehan-lelehan salju
Dari setiap sakit yang tak tersmbuhkan
Atau kudeta-kudeta panjang yang bergerak lambat
Seperti kristal nafasmu. Tapi belati-belati rindu
Adalah genangan-genangan darah yang mengombak pada bibirmu
Memerah seperti gincu, meledak seperti rastusan peluru
Akar-akar membasah, tapi waktu seperti kemaluan
Bumi yang rapuh. Kini, aku pun mencapai
Kebeningan kelabu. Dan jejak-jejak kaktus merancak
Menusuk kakiku, kubiarkan setiap pesta angin
Mengajariku bercakap dengan ratusan bangkai atau patung
Patung batu, mengajakku setubuh di samping ambalmu
Mengikhlaskan seratus pembunuhan seperti permainan marak
Dari cahaya dan kepompong-kepompong embun:
Tempat di mana sajak-sajak bermula dan para pejalan
Menyaksikan bendera-bendera dikibarkan seperti gelombang rambutmu

Saturday, August 16, 2008

auah

Sepanjang perjalanan ini
Terumbang aku dari yang lurus
Semenjak lama menurut hati
Seenak ini aku tersesat

Terkaku aku diulit mimpi
Yang indah tapi mendusta
Terkenang aku cinta nan satu
Di kala hujan membasahi bumi

Pabila ku renung sinar matamu
Teringat aku pada fitrahku
Seperti dirimu jua
Yang putih suci dan indah

Ku pateri janji puteriku
Takkan ku terkeliru lagi
Akan ku teruskan jua
Membawamu setiap masa
Terjadi engkau untuk fitrah semua